Kumpulan Puisi Dydit Dinia Saridewi

Bahagia itu …

by Dydit Dinia Saridewi

link : http://www.facebook.com/home.php#!/profile.php?id=1497384563&sk=notes&s=0

Seorang kawan, mengeluh ;
aku tak pernah bahagia !
Seorang yang lain, marah ;
mengapa hidupku selalu menderita !
Seorang yang lain, mengutuk ;
Tuhan tidak adil !

Ada orang bahagia karena sukses di karirnya
ada orang bahagia karena limpah hartanya
ada orang bahagia karena tinggi jabatannya
tapi mengapa ada orang bahagia
karena mencuri semua itu dari orang lain…?

Disampingnya,
ada doa ibu yang menyertainya
ada pasangan yang begitu memujanya
ada anak-anak yang lucu dan membanggakannya
ada sahabat yang selalu hangat, peduli…
tapi mengapa terkadang itupun belum cukup
memuaskannya…?

Bahagia itu dimana ?
Bahagia itu bagaimana ?

Bukankah pagi tak pernah mengeluh
saat malam menggulungnya dengan kegelapan
dan malam selalu bersyukur
saat matahari menggesernya menjadi terang..

Bahagia, ada di sini…Kawan!
ciptakan !
jangan dicari lagi…

Jkt, 18 Oktober 2009

Ketika Alam Berbahasa

by Dydit Dinia Saridewi

Ketika alam berbahasa, bisakah kita memahaminya ?

 Tanah yang seolah diam saat bumi berputar

yang memberi ruang pada pepohonan

tempat binatang membentuk kawanan

yang diakui manusia sebagai tanah tumpah darah,

tanah kelahiran

Tanah dan air bersekutu menumbuhkan kehidupan

hijau di padang-padang

geliat hewan renik memutar rantai makanan

mahluk kuat seringkali menang

namun yang lemahpun tetap bertahan

Ketika alam berbahasa, bisakah kita memaknainya ?

Tanah manatap langit sebagai sahabat lama

konstelasi angkasa begitu rupa

matahari, bintang, bulan memendarkan cahaya

angin awan bertemu memainkan cuaca

memberi musim pada bumi, tanah kita

Lalu kita lena

menanami tanah kita dengan gedung-gedung

merobohkan pepohonan, menyuburkan pabrik-pabrik

memupuk hunian megah nan angkuh

menjejalkan mesin penggali, mengeruk hasil bumi

menciptakan manusia robot

; hanya bisa mengambil tiada henti

tanpa bisa memberi kembali

tanpa mampu membuat tanah lestari

Hingga alam berbahasa :

tanah, air, langit, cuaca

berbicara riuh

bersatu menyatukan irama acak

berteriak dengan caranya

memainkan nada-nada tinggi

sengaja membuat kita pekak

Tanah berderak mencak-mencak

air buncah mengalir keluar arus

langit memucat, membungkam matahari

cuaca bertindak lupa musim

komposisi aneh jagad ini

Ketika alam berbahasa,

akankah kita hanya diam

menghiba ?

Jakarta, Oktober 2010

untuk tanahku, alam kita yang bernyanyi lagu sendu

Aku Ingin Membeli Kesabaran

by Dydit Dinia Saridewi

Jika saja sabar bisa dibeli,
sungguh beruntungnya..
tapi, berapakah harganya
terhitungkah oleh rupiah ?

Jika sabar bisa dibeli,
alangkah senangnya..
tapi, dimanakah tokonya
akankah seperti butik
atau toserba ?

Jika sabar bisa dibeli,
aku akan rela mengantri
kubawa karung besar
kuborong berkodi-kodi
stock cadangan untuk nanti

Jika sabar bisa dibeli,
akankah serupa barang langka
ditawarkan dalam lelang
dengan nilai menjulang ?

Oh, andai saja sabar bisa dibeli…
menahan diri saat hati mendidih
diam saat marah
tabah saat diuji
bertahan dalam cobaan
rela melepaskan
meyakini semua akan berujung kebaikan

Wahai Yang Maha Membolak-balikkan Hati…
tetapkan kesabaran itu dalam hati kami

KADO UNTUKNYA

by Dydit Dinia Saridewi
Ia selalu berbicara dengan matanya
tentang kisah-kisah,
perjalanan,
harapan…

Ia tak pernah menunjukkan arah untukku
ia hanya menggandengku
mengajakku,
berjalan disampingnya,
berbagi jalan yang sama…

Ia tak begitu pandai berbohong :
di balik wajah datar,
mengeras
ada sudut halus yang membiarkanku masuk
membaca
apa adanya..

Aku selalu melihat matahari itu
menyala di kepalanya
; tempat dimana segala yang istimewa itu berasal :
Ia tak pernah menyalahkan
jika orang menganggapnya salah
pun tak memihak
jika orang mengatakannya benar

Ia yang di tiga dekade ini,
berjuang untuk sesuatu yang diyakininya
mencintai kewajaran dan mimpi
yang katanya hanya sederhana
tapi begiku sempurna

Ia, teman yang baik
sahabat yang peduli
kakak yang selalu melindungi
ayah yang bijak
Ia, seorang kekasih…

Happy Birthday..
A’ang !

Jakarta, 18 Januari 2010

About these ads
This entry was posted in tentang seni budaya and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s